Banjir Bandang di Lahat Menyebabkan Kerusakan Signifikan dan Menelan Korban Jiwa

Banjir bandang yang terjadi di Lahat, Sumatera Selatan pada Minggu (6/3) pagi telah menimbulkan kerusakan yang signifikan dan menyebabkan beberapa korban jiwa. Banjir bandang yang disebabkan oleh hujan lebat ini terjadi di beberapa desa di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat dan mengakibatkan beberapa rumah rusak dan jalan tertutup oleh material longsor.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (7/3), jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Lahat telah mencapai 10 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka saat ini masih dalam pendataan. Selain itu, sekitar 1.400 jiwa juga terpaksa mengungsi karena banjir yang merendam pemukiman warga.

Wilayah yang terdampak banjir bandang ini juga cukup luas, mencakup beberapa desa di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Menurut Kepala BPBD Lahat, Nur Khamid, banjir bandang ini mengakibatkan 23 titik jalan tertutup dan mengganggu akses transportasi. Banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena banjir dan longsor.

Selain itu, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan diprediksi masih cukup tinggi hingga akhir pekan ini. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada dan siap menghadapi potensi banjir dan longsor.

Data dari situs web lain juga menginformasikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut selama 14 hari sejak tanggal 6 Maret 2023. Pemerintah Kabupaten Lahat juga telah mendirikan posko-posko bantuan dan pengungsian untuk membantu para korban banjir.

Pihak berwenang juga melakukan upaya untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan dan merusak bangunan di wilayah terdampak. Selain itu, mereka juga memberikan bantuan logistik dan obat-obatan untuk para korban banjir dan pengungsi.

Banjir bandang dan longsor memang menjadi bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim hujan. Oleh karena itu, sebagai warga negara yang bertanggung jawab, kita harus selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, seperti dengan memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapinya.